![]() |
| Sumber Gambar 1catholicsalmon.com |
Sudah
lebih dari setengah tahun kita menjabat di organisasi mahasiswa
STIKes Madani Yogyakarta, namun sangat jarang kita adakan sharing
pengalaman. Setelah mencoba
untuk melakukan itu, ternyata sharing pengalaman
itu sangat asyik.
Beberapa
dari rekan-rekan sharing itu
adalah ex Presiden Mahasiswa (PRESMA) di STIKes Madani Yogyakarta.
Mereka berbagi tentang pengalaman mereka di organisasi, masalah yang
pernah mereka hadapi dalam organisasi, dan saran yang mereka berikan
agar kepengurusan BEM tahun ini berjalan dengan baik.
Diantara
wejangan yang masih
melekat sampai saat ini adalah re-organisasi total hanya akan
dirasakan oleh pengurus BEM saja, sedang adalah milik semua
mahasiswa. Wejangan dari
orang yang telah berpengalaman dibidangnya itu memang bagai listrik,
menyetrum sendi-sendi
semangat, dan akibatnya adalah aku begadang demi menuliskan rencana
prioritas organisasi kedepan.
Berorganisasi
itu bagaikan membuat lubang untuk diri sendiri. Jika giat bekerja,
maka tidak akan masuk lubang. Namun jika hanya numpang nama
saja dalam pengurus organisasi, maka pasti akan masuk lubang.
Pengurus
dalam organsasi itu ibarat orang-orang yang mensemai bibit. Meski
telah selesai dari masa jabatannya, para ex pengurus ini mesti tetap
memperhatikan bibit dalam organisasi yang dia semai. Tidak begitu
saja kabur dan merasa
lega setelah selesai. Meminjam kalimat yang senantiasa diulang-ulang
oleh ex PRESMA BEM STIKes Madani Abang Azzam Fikri bahwa “meskipun
Azzam itu sudah tidak lagi diBEM, bukan berarti sudah tidak punya
andil lagi diBEM. Kepemimpinan Azzam sudah membuat embiro, dan
dilaksanakan oleh pengurus selanjutnya”.
Dalam
organisasi juga ada kebencian. Tadi malam Bang Azzam Fikri
menasihatkan bahwa “bencilah pada sikap seseorang, jangan pada
orangnya”. Nasihat yang sangat bijak. Banyak ide yang akan
terlaksana setelah sharing
itu, insya Allah.
Manfaat
berorganisasi itu banyak. Tidak akan dirasakan oleh mereka yang tidak
berani. Berani nembak cewek
untuk hanya dijadikan boneka berby,
ya bukan cowok namanya. Cowok pemberani itu adalah cowok yang memang
jika dia sudah ngebet pengen
nikah akan langsung ke orang tua si cewek, tidak dengan memacarinya.
Kalaupun tidak diterima sama orang tua si cewek, ya sudah, berarti
bukan jodoh.
Testimoni
datang dari partner dekat
saya diBEM, bahwa setelah dia bergabung diBEM dia jadi berani untuk
menyampaikan pendapat dan memimpin kegiatan. Berani untuk sukses
dalam kegiatannya dan berani tanggung risiko.
So,
jika anda ingin mengasah keberanian anda, maka jangan sungkan-sungkan
untuk bergabung diorganisasi. Allahu A'alam
Sekian.
23 Dzulqo'dah 1435
Salam
hormat,
Ainul Rafiq
