Belum hilang
dari ingatanku pengalaman praktik klinik di RSUD DR. Soetijono Blora,
hari ini praktik klinik semester IV baru saja terlewati. Tentu saja
selalu ada hal baru dari kegiatan rutin kampus ini. Jika beberapa
bulan yang lalu praktikku di RSUD Blora bertemu orang dengan HIV-AIDS
(ODHA), praktik semester IV di RSJ Grhasia DIY ini aku malah bertemu
dengan #lali jiwo atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Sebenarnya
cukup bijak memanggil mereka dengan sebutan 'orang dengan gangguan
jiwa', jika dibandingkan dengan orang-orang diluar sana yang menyebut
pasien #lali jiwo ini dengan kata (maaf) orang gila. Wah, kata itu
terlalu menusuk dan mengkultuskan mereka bahwa seolah-olah mereka
adalah orang jahat, pengganggu, dan sangat perlu untuk dijauhi.
Kawan-kawan,
sebenarnya pikiran kita tentang ODGJ selama ini masih salah. Maaf ya,
saya tidak mengajari anda loh. Ini hanya berbagi pengalaman saya
saja. Banyak diantara mereka yang tidak seperti apa yang kita
bayangkan. Diantara mereka banyak yang butuh perhatian dan butuh
teman ngobrol. Tetapi banyak juga yang masih tidak dapat mengotrol
dirinya, orang-orang yang seperti ini yang belum bisa kita dekati.
Sebagai
kesimpulan dari praktik klinik di RSJ Grhasia ini, seperti yang
dikatakan oleh Ibu............... siapa ya, lupa aku nama beliau,
bahwa kita perlu banyak bersyukur, kita diberikan kemampuan untuk
mengontrol diri kita. Mengontrol diri ketika sedang ada masalah
dengan kembali kepada sang Pencipta. Kemudian, inti dari keadaan ODGJ
ialah seperti yang selalu dikatakan oleh dosen praktikum mata kuliah
keperawatan dewasa III, Bapak Errick Endra Cita, bahwa intinya adalah
penerimaan kita terhadap keadaan yang terjadi dalam kehidupan. Tanpa
penerimaan, kita akan berbuat semau kita sebagai pelampiasan. Hal
inilah yang banyak dialami oleh ODGJ, tidak dapat mengontrol dirinya
sendiri.
Nah, pengalaman
saya di praktik klinik kali ini seperti itu, tentu saja setiap orang
punya pengalaman yang berbeda. Semoga kita bisa mengontrol diri kita
dengan selalu ber-positif thinking atas segala keadaan. Ingat, Allah
itu bergantung pada prasangka hambanya. Jika kita membiasakan untuk
belajar ber-positif thinking kepada Allah, maka Dia akan memberikan
jalan keluar dari masalah kita. Yakin itu.
No comments:
Post a Comment