2 May 2015

Dibalik Kekuranganmu Kau Pasti Punya Kelebihan


Sumber gambar: gambar-kata.com

Tidak ada sesuatu yang telah Allah subhanah wata’ala ciptakan tanpa memiliki manfaat dan kelebihan dalam dirinya. Ciptaan Allah subhanah wata’ala tidak lepas dari dua fitrah, yaitu fitrah berpasangan. Siang dan malam, langit dan bumi, air dan tanah, panas dan dingin. Begitupula pada manusia, dibekali kelebihan dan kekurangan.
Hal berpasangan yang selalu melekat pada diri manusia ini (kelebihan dan kekurangan) tidak sama antara satu orang dengan orang yang lainnya. Hal ini berbeda pada setiap manusia. Dan bekal inilah yang membuat manusia unggul dari sesamanya, karena tidak ada manusia yang terbelakang atau bodoh. Bergantung seberapa cepatnya kita mengetahui kelebihan kita dan memanfaatkan kelebihan tersebut.
Adalah pemuda K (19 tahun). Seorang pemuda Desa yang merantau ke kota untuk kuliah. Pemuda yang sehari-harinya bersentuhan dengan tengki semprot, gabah-gabah yang siap dipikul dan cangkul. Dan seperti anak-anak kampung yang ke kota pada umumnya, mereka tidak familiar dengan teknologi.
Diawal-awal masa adabtasinya di kota, K sering diejek oleh teman-teman se kampus. Tidak jarang dia murung karena hal itu, terkadang tiba-tiba ngambek karena candaan teman-temannya yang menyinggung perasaannya. Beberapa kali K berpikiran untuk pindah kampus, namun selalu dicegah oleh teman-teman yang mengerti keadaannya.
Masa adabtasi selesai, setengah tahun pertama bisa dilalui oleh K. Setengah tahun berikutnya, K membuktikan bahwa dia ‘berbeda’ dari teman-temannya. K berani keluar dari zona nyaman mahasiswa dan membaur dengan lingkungan luar yang padat kegiatan. Inilah yang kami maksud dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh manusia. Terkadang manusia kurang dari sisi kepandaian, namun ia unggul di sisi hubungan dengan orang lain.
Terkadang manusia minder dengan kekurangan yang selalu dipikirkannya tanpa menyadari bahwa dia mempunyai kelebihan yang luar biasa besar kalau dimanfaatkan. Yang namanya kehidupan, indah jika dibumbui oleh orang-orang antagonis, orang-orang yang selalu mengejek orang lain. Indah karena hal tersebut akan memacu orang-orang yang diejek untuk membuktikan kemampuannya. Ejekan itu dijadikan cambuk penyemangat untuk terus memperbaiki diri.
Dengan begitu, tidak perlu kita minder dari orang lain. Setiap kita memiliki bekal kemampuan yang dapat dikembangkan agar bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang lain. Memang, jalan untuk memanfaatkan kelebihan yang kita miliki sangat panjang dan melelahkan. Namun jika kita yakin bahwa Allah subhanah wata’ala lah sebaik-baik pengatur dan menyerahkan semua hasil usaha kita kepada Allah subhanah wata’ala, niscaya kita akan bahagia melalui perjuangan itu. Selesai.
Semoga Bermanfaat,
Salam hangat,
Sahabatmu A.Rafiq

No comments: