1 September 2014

Pilihan Allah Selalu yang Terbaik


Sejenak terdiam, menatap layar netbook ku. Terbayang kembali peristiwa beberapa tahun silam. Allah memang sayang kepadaku, pikirku saat ini.
nak, Mamak tidak akan pergi dari tambang ini sampai kamu menyelesaikan kuliahmu” Begitu kata Mamak diujung pembicaraan melalui telpon.
Hanya diam yang dapat kuberikan saat itu, tak tahu harus bicara apa lagi. Air mata menetes, detak jangtungku cepat, hidungku sembab dengan ingus yang sangat cair. Cepat-cepat kuakhiri pembicaraan dengan Mamak, tak tahan lagi menahan semanya.

Peristiwa ini terjadi tahun lalu, mirip dengan saat sekarang ini. Waktu itu, betul-betul kurasakan betapa sayangnya Allah dengan ku. Pengesahan Kartu Rencana Studi untuk naik kesemester II sisa hari itu, dan orang tua belum ada tanda-tanda akan mengirimkan uang pembayaran tunggakan.
Kupasrahkan semuanya saat itu, ku meminta kepada Allah pilihan yang paling baik untuk ku ambil. Cuti dari kuliah atau tetap lanjut kuliah. Ternyata Allah memberiku pilihan yang terbaik. Dia memudahkanku untuk mengurus surat dispensasi, dan semuanya begitu mudah. Sampai saat ini, aku yang akan melanjutkan ke semester V, masih menyisakan setumpuk tunggakan biaya perkuliahan. Dan setiap akan mengurus surat dispensasi, Allah memudahkan jalanku, subhanallah, walhamdulillah, wallahu akbar.
Allah begitu sayang dengan hamba-Nya.

Teringat lagi saat akan melaksanakan Ujian Akhir Semester Ganjil, waktu itu aku sudah duduk di semester III. Allah kembali mengajarkanku arti kesabaran. Pagi itu, UAS telah dilaksanakan, namun aku masih belum memiliki kartu ujian akibat kebijakan yayasan yang mempersulit pengurusan dispensasi. Aku dan seorang kakak tingkat diminta untuk menghadap ke kepala program studi keperawatan, kemudian beliau melimpahkan kami kesekretaris program studi. Lama kami menunggu beliau, harap-harap cemas akan diberikan kemudahan atau tidak. Namun aku selalu berpikir positiv atas pilihan Allah. Ibu sekretaris program studi kemudian memanggil kami untuk masuk ke ruangan beliau. Dan disanalah kasih sayang Allah Dia tunjukkan. Allah memudahkanku untuk mendapatkan surat izin ikut ujian. Hingga UAS usai dilaksanakan, aku masih belum bisa membayar uang perkuliahan.
Masih akan tetap kuyakini, bahwa Allah sangat-sangat sayang kepada hamba-Nya. Pilihan Allah selalu yang terbaik.

No comments: