Mentari pagi ini
mengalahkan sekumpulan kabut yang sejak malam membumbung mengitari
atmosfer karanggayam, piyungan. Alhamdulillah, hari ini masih bisa
merasakan segarnya udara Yogyakarta. Masih segar dalam ingatanku
minggu-minggu terakhir PKL di Kota Blora itu. Perkenalanku dengannya,
bagaimana kami bertemu kembali dan hari-hari terakhir bersamanya.
Sekedar saran buat teman-teman pembaca, jika ingin punya banyak teman
maka berlemah-lembutlah kepada mereka.
Hay, sapaku
malam ini. Aku punya rencana untuk melanjutkan cerita kecilku,
setujut?
Siang itu, ku
berkutat di dalam kamar. Sibuk memikirkan sepeda baru yang dijanjikan
ibu. Ibu janji akan membelikan sepeda baru dari uang celengan hasil
jualanku itu.
Sore itu, aku,
ibu dan afif-adikku- tiba di bengkel Anas. Masih ku ingat, waktu itu
uang yang akan dipakai untuk bayar sepedanya adalah uang recehan yang
totalnya Rp 150.000. Kagetlah sang empunya bengkel bukan kepalangnya.
Namun itu tidak mencegahku untuk memboyong sepeda mustang mini warna
biru putih itu. Senang bukan main perasaanku waktu itu. Bagaimana
tidak, aku bisa beli sepeda dari hasil keringatku sendiri. Hehehe,
bangga dong.
Nah teman-teman,
jangan malu untuk lakukan sesuatu yang kecil. Karena dari yang kecil
itulah kita bisa dapatkan sesuatu yang besar nantinya. Ok. Setuju
gak?
No comments:
Post a Comment