19 September 2014

Sharing Pengalaman Itu Asyik

Sumber Gambar
1catholicsalmon.com
Sudah lebih dari setengah tahun kita menjabat di organisasi mahasiswa STIKes Madani Yogyakarta, namun sangat jarang kita adakan sharing pengalaman. Setelah mencoba untuk melakukan itu, ternyata sharing pengalaman itu sangat asyik.
Beberapa dari rekan-rekan sharing itu adalah ex Presiden Mahasiswa (PRESMA) di STIKes Madani Yogyakarta. Mereka berbagi tentang pengalaman mereka di organisasi, masalah yang pernah mereka hadapi dalam organisasi, dan saran yang mereka berikan agar kepengurusan BEM tahun ini berjalan dengan baik.
Diantara wejangan yang masih melekat sampai saat ini adalah re-organisasi total hanya akan dirasakan oleh pengurus BEM saja, sedang adalah milik semua mahasiswa. Wejangan dari orang yang telah berpengalaman dibidangnya itu memang bagai listrik, menyetrum sendi-sendi semangat, dan akibatnya adalah aku begadang demi menuliskan rencana prioritas organisasi kedepan.
Berorganisasi itu bagaikan membuat lubang untuk diri sendiri. Jika giat bekerja, maka tidak akan masuk lubang. Namun jika hanya numpang nama saja dalam pengurus organisasi, maka pasti akan masuk lubang.
Pengurus dalam organsasi itu ibarat orang-orang yang mensemai bibit. Meski telah selesai dari masa jabatannya, para ex pengurus ini mesti tetap memperhatikan bibit dalam organisasi yang dia semai. Tidak begitu saja kabur dan merasa lega setelah selesai. Meminjam kalimat yang senantiasa diulang-ulang oleh ex PRESMA BEM STIKes Madani Abang Azzam Fikri bahwa “meskipun Azzam itu sudah tidak lagi diBEM, bukan berarti sudah tidak punya andil lagi diBEM. Kepemimpinan Azzam sudah membuat embiro, dan dilaksanakan oleh pengurus selanjutnya”.
Dalam organisasi juga ada kebencian. Tadi malam Bang Azzam Fikri menasihatkan bahwa “bencilah pada sikap seseorang, jangan pada orangnya”. Nasihat yang sangat bijak. Banyak ide yang akan terlaksana setelah sharing itu, insya Allah.
Manfaat berorganisasi itu banyak. Tidak akan dirasakan oleh mereka yang tidak berani. Berani nembak cewek untuk hanya dijadikan boneka berby, ya bukan cowok namanya. Cowok pemberani itu adalah cowok yang memang jika dia sudah ngebet pengen nikah akan langsung ke orang tua si cewek, tidak dengan memacarinya. Kalaupun tidak diterima sama orang tua si cewek, ya sudah, berarti bukan jodoh.
Testimoni datang dari partner dekat saya diBEM, bahwa setelah dia bergabung diBEM dia jadi berani untuk menyampaikan pendapat dan memimpin kegiatan. Berani untuk sukses dalam kegiatannya dan berani tanggung risiko.
So, jika anda ingin mengasah keberanian anda, maka jangan sungkan-sungkan untuk bergabung diorganisasi. Allahu A'alam
Sekian.

23 Dzulqo'dah 1435
Salam hormat,
Ainul Rafiq

No comments: