26 August 2015

Miswak, Stik Pembersih Gigi Praktis

Bismillah.
Selamat malam sahabat, kali ini saya akan share terkait dengan batang kayu yang dapat digunakan untuk membersihkan gigi (Tapi bukan bambu buat tisik gigi sehabis makan ya :D). Batang kayu ini bernama miswak.
 
gambar dari http://www.lynphavitale.com
Diantara sahabat mungkin ada yang sudah familiar dengan miswak ini. Setiap berkunjung ke toko herbal atau ke toko buku muslim, miswak dengan brand al Muslim (oops sebut merek :D) selalu tersedia. Harganya murah, pas dikantong mahasiswa (di Yogya 1 pcs miswak IDR 7 saja).
 
Namun tahukah sahabat bahwa batang kayu yang murah itu ternyata sudah disebutkan manfaatnya oleh Nabi sallallahu 'alaihi wasallam jauh sebelum penelitian tentang miswak marak saat ini?, Kata Nabi sallallahu 'alaihi wasallam dengan membersihkan gigi menggunakan miswak, mendatangkan keridhoan Robb dan untuk kebersihan mulut. Saya akan menyebutkan mengapa miswak dapat membersihkan mulut.
 
Disebutkan oleh Aboul-Enein, bahwa miswak dapat mengurangi plak gigi dan menjaga kesehatan gingival. Pernyataan Aboul-Enein didukung oleh penelitian Ezoddini-Ardakani yang membandingkan penggunaan miswak dan penggunaan sikat dan pastagigi dalam mencegah terjadinya karies pada gigi (dental caries). Dengan hasil penelitian laju terjadinya karies gigi pada pengguna miswak lebih rendah daripada pengguna sikat dan pasta gigi.
     "Dental caries rate was detected slightly less in the case group at the end of study. This might be as a result of the antimicrobial effects of miswak".
 
Pertanyaannya: apa kandungan miswak sehingga memiliki efek antimikroba?
kemudian dijawab oleh Halawany bahwa akar dan kulit pohon Salvadora persica atau miswak mengandung 27% abu; mengandung salvadorine dan trimethylamine yang merupakan bagian dari alkaloid; mengandung 2 zat yang sering kita lihat di pasta gigi yaitu klorida dan florida; juga mengandung silica, sulfur dan vitamin C; dan tannin, saponin, flavonoid, dan sterol dalam jumlah yang sedikit.
 
Jadi sahabat, jangan ragu untuk beralih menggunakan miswak yah. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita. Allahu A'lam
 
Sumber referensi:
Aboul-Enein, BH: The miswak (Salvadora persica L.) chewing stick: Cultural implications in oral health promotion. The Saudi Journal for Dental Research 2013, 5: 9-13
Ezoddini-Ardakani, F: Efficacy of Miswak (Salvadora persica) in preventing dental caries. Health 2010, 2: 499-503
Halawany, HS: A review on miswak (Salvadora persica) and its effect on various aspects of oral health. The Saudi Dental Journal 2012, 24: 63-69
 
 

25 August 2015

Developing SMART Learning Goal

Selamat malam sahabat. Kali ini saya akan berbagi ilmu terkait bagaimana belajar yang efektif. Untuk mengefektifkan proses belajar, dibutuhkan konsep belajar yang baik. SMART, singkatan dari konsep belajar yang akan saya share kepada sahabat. Artikel ini adalah intisari sebagai hasil penelurusan saya pada bacaan yang di publikasikan oleh Collage of Nurses of Ontario tahun 2014.
 
SMART merupakan singkatan dari Specific; Measurable; Attainable; Relevant; Time-limited. Nah, sebagai seorang pembelajar, perlu diperjelas apa yang akan kita pelajari (specific), tujuan kita belajar juga dapat diukur hasilnya (measurable), bidang yang ingin kita pelajari dapat dicapai oleh basic pengetahuan kita (attainable), kemudian hal itu juga harus sejalan dengan bidang keilmuan kita (relevant) dan yang terakhir adalah untuk mencapai tujuan kita belajar perlu ditetapkan waktunya. Mau sampai kapan kita belajar, sehingga proses evaluasi dapat kita laksanakan (time-limited).
 
konsep SMART terstruktur, sehingga jika kita betul-betul menuliskan tujuan belajar kita dengan baik, maka orang lain akan langsung memahami apa yang ingin kita pelajari hanya dari membaca coretan SMART kita.
 
Sebelum menuliskan tujuan pembelajaran, terlebih dahulu tentukan apa yang ingin kita pelajari. Setiap tujuan yang ingin dicapai harus kita tulis. Dengan menulisnya, akan memudahkan kita menilai perkembangannya dan mengevaluasinya. Dan, dalam menuliskan tujuan pembejaran, diharapkan menggunakan kalimat aksi (action word); mengidentifikasi, mendesain, menggambarkan, membandingkan, mendemonstrasikan, dan lain sebagainya.
 
Setelah menentukan tujuan belajar, tetapkan batas waktu dalam mencapai tujuan itu. Seberapa lama kita ingin mempelajarinya?. Jika konsep sudah kita buat, maka saatnya merealisasikan konsepnya. Lakukanlah aktifitas-aktifitas untuk mewujudkan tujuan belajar kita; membaca, mengikuti seminar; mengikuti mentoring, dan sebagainya.
 
Ingat, selesaikan rencana belajar yang telah kita buat sebelum batas waktu yang telah kita tentukan berakhir. Selalu evaluasi proses belajar yang telah kita jalani, agar kemampuan belajar kita semakin baik. Semoga sukses