Siapa yang tahu cinta itu. Datang dan pergi begitu saja. Cinta itu palsu, jika tidak dibangun diatas pondasi yang benar.
Pernahkah dirimu kenal dengan seorang wanita, kemudian akrab dengannya namun tidak lama berselang keakraban itu putus?
Penulis pernah mengalami hal ini.
Waktu itu, trand dan issue yang sedang booming di kampus adalah tema MENIKAH. Hmm, tema ini tidak akan pernah mbosenin. Ceritanya, waktu itu kakak saya mengenalkan saya dengan seorang akhwat. Dia baik; Sholehah, insyaAllah. Sebenarnya maksud kakak saya ini bukan untuk membuat saya pacaran dengan si akhwat. Cuman waktu itu dia ngasih pilihan ke saya. Mau kenalan dengan si akhwat atau tidak.
Beberapa hari berselang, kamipun akrab. Akrab banget gitu. Awal saya bicara langsung dengan dia via telepon, dag-dig-dug. Maklum, ini kali pertama saya ngobrol dengan akhwat. Dan juga waktu itu saya langsung me'nembak' si akhwat dengan mengajaknya menikah. Wow.
Dalam pembicaraan via telepon itu, kesimpulannya adalah : jika si akhwat mau 'dekat' dengan saya, maka syaratnya adalah kita harus nikah secepatnya. Maklum, waktu itu saya tidak mau memiliki hubungan dengan akhwat dengan ikatan yang dilarang oleh agama. So, kemudian. Setan menjungkir balikkan niat kami. Sambil menunggu keputusan orang tua, kami telah dibutakan oleh setan. Sempat juga waktu itu merasakan tidak bisa konsentrasi belajar karena 'berpacaran' via sms dan telpon.
Seminggu kemudian, jawaban dari ibu datang. Intinya adalah beliau tidak setuju. Ibu menyampaikan hal ini diwaktu sore hari. Dan ketika malam harinya, saya langsung telepon akhwatnya dan memberitahukan apa yang ibu katakan. Dan, Malam itu juga kami putus. Iya putus ber'pacaran'. Malam itu, berkali-kali saya minta maaf ke dia. "Jangan kecewa, jika memang kita jodoh, InsyaAllah suatu saat kita akan bertemu kembali dalam ikatan halal". Namun, tetap saja dia memendam hal ini. Membuatnya tidak dapat berkonsentrasi dalam beraktivitas. Hingga suatu malam, entah siapa yang memulai. Saya lupa. Dia membacakan isi hatinya yang dia tulis dalam sebuah kertas. Kalimat yang terkadang jika saat ini saya dengar, saya akan mengingat hal itu. Kalimat itu : Cintailah seseorang sekedarnya saja, Karena bisa jadi suatu saat dia berubah menjadi orang yang kamu benci. Dan bencilah seseorang sekedarnya saja, karena suatu saat dia mungkin akan menjadi orang yang kamu cintai.
Setahun Berselang dari peristiwa itu. Kutinggalkan semua hal itu karena mengharap yang lebih baik. Allah juga telah berjanji bahwa jika kita meninggalkan keburukan karena Allah, maka Allah akan mengganti apa yang kita tinggalkan dengan yang lebih baik dari itu.
Tahun ini, kutemukan dia sebagai penggantinya. Mungkin ini belum pasti, tapi bagaimanapun itu, kita sudah sama-sama tahu. Allah mengganti apa yang kemarin kami tinggalkan dengan menghadirkan orang yang lebih baik, insyaAllah.
Sumber Gambar : niedza.wordpress.com
Sumber Gambar : niedza.wordpress.com
No comments:
Post a Comment