Walhamdulillah, segala puji bagi Allah atas karunia ni'mat yang Dia berikan.
Apapun yang anda lakukan, tidak akan pernah lepas dari kesulitan dan cobaan. Diantara manusia, ada sipembuat kebijakan dan ada pula penerima kebijakan. Ini berlaku dalam institusi. Namun apa jadinya bila suatu kebijakan tidak memihak kepada sasaran kebijakan tersebut, malah mempersulit dan terkesan tidak mengamalkan perintah Allah dan Rosulnya dalam hal tolong menolong dan memudahkan urusan sesama muslim, inilah laporan seorang mahasiswa.
Pendidikan merupakan kewajiban bagi seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini dijamin dalam UU Negara Republik Indonesia. Dalam agama Islam, pendidikan/belajar juga adalah perintah, yang sudah sering kita dengar hadits dan ayatnya.
Penyelenggara pendidikan adalah mereka yang memiliki niat baik dan tulus untuk mencerdaskan anak bangsa guna menjadi pemimpin. Memimpin diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Pendidikan dalam hal ini ialah pendidikan agama dan pendidikan umum.
Kebijakan yang dibuat oleh penyelenggara pendidikan tentusaja dimaksudkan bagi tercapainya kebaikan si penerima pendidikan yaitu siswa/mahasiswa.
Namun, apa jadinya jika kebijakan tersebut justru sangat tidak mendukung kegiatan belajar siswa/mahasiswa? tentu jawabannya kita kembalikan kepada si pembuat kebijakan. Namun bila jawabannya adalah hanya masalah besarnya biaya tunggakan? sebagai mahasiswa, kami ingin mengatakan bahwa kebijakan ini tidak pro kepada mahasiswa. Kebijakan ini sangat tidak menguntungkan kaum muslimin yang kekurangan dana dan ingin membangun dan mengembangkan talentanya demi masa depan yang baik.
Menghilangkan dispensasi adalah kebijakan yang tidak pro. Dan menurut kami, hal ini akan membuat masyarakat memicingkan mata melihat tempat pembuat kebijakan. Mungkin ada diantara mereka yang akan mengatakan "Katanya menyelenggarakan pendidikan islam, tapi kok untuk membantu sesama kaum muslimin tidak mau?".
Semoga hal ini dapat mewakili ungkapan perasaan kami. Kami ingat dengan apa yang dikatakan oleh seorang yang telah kami anggap orang tua di STIKes Madani "kita dapat mengungkapkan apa yang tidak kita sukai dan sulit untuk diucapkan oleh lidah melalui tulisan". Wallahu A'lam bish-showab.
Semoga Bermanfaat.
Rabu, 10 Juni 2014
Oleh Ainul Rafiq

No comments:
Post a Comment